Selasa, 09 Agustus 2011

Malnutrisi (Marasmus, Kwashiorkor)


Malnutrisi / protein energy malnutrisi (PEM) atau protein calori malnutrition (PCM) tidak hanya defisiensi energy yang hanya menyebabkan penurunan semua makronutrien tetapi juga defisiensi beberapa mikronutrien. PEM ini berkembang pada anak dan orang dewasa dengan intake protein dan energy kurang dari kebutuhan nutrisi tubuh.
Kurang energi protein adalah keadaan kurang gizi yang disebabkan rendahnya konsumsi energy dan protein dalam makanan sehari-hari sehingga tidak memenuhi angka kecukupan gizi. Kekurangan kalori dalam diet tyang berlangsung lama akan menimbulkan adanya undernutritien yang sangat ekstrim yaitu marasmus. Gambaran klinis yang terjadi mulai dari derajat ringan sampai berat. Kondisi tersebut dapat pulih sempurna, menetap, tinggalkan sisa-sisa keterlambatan perkembangan intelektual.
Dalam keadaaan lain, bila kebutuhan akan kalori terpenuhi tetapi makanan yang diberikan tidak mengandung semua nutrisi yang essensial, maka akan timbul gejala kekurangan jenis nutrient tertentu dalam diet, salah satu diantaranya yaitu kwashiorkor yang merupakan suatu keadaan akibat defisiensi protein.
Menurut buku rujukan WHO-NCHS berdasarkan berat badan menurut umur (BB/U) status gizi diklasifikasikan sebagai berikut : Gizi lebih : > 120%; gizi baik : 80-120%; gizi sedang : 70-79,9%; gizi kurang : 60-69,9%; gizi buruk : < 60% (median BB/U buku WHO-NCHS, 1983).

Marasmus
Kekurangan energy dalam waktu yang lama akan menyebabkan pertumbuhan yang kurang atau terhenti disertai dengan atropi otot dan menghilangnya lemak di bawah kulit. Untuk kelangsungan hidup jaringan tubuh memerlukan energy, dalam keadaan kekurangan energy maka cadangan protein digunakan untuk memenuhi kebutuhan energy tersebut, penghancuran jaringan tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan energy, akan tetapi juga diperlukan sintesis glukosa dan metabolic esensial missal asam amino sebagai komponen homestatik. Akibat lainnya adalah terhentinya pertumbuha linier, pertumbuhan otak, maturasi dan proses penulangan, multiplikasi sel lemak dan otot serata pertumbuhan jaringan penyokong dan visceral.

Gambaran klinis
Tampak sangat kurus, tinggal tulang terbungkus kulit
Wajah seperti orang tua
Anak penakut, apatis, nafsu makan (-)
BB menurun, kulit berkeriput, jaringan lemak subkutis sangat sedikit sampai tidak ada  (baggy pant/ pakai celana longgar)
Suhu subnormal, nadi lambat, tangan kaki dingin & tampak sianosis
Cengeng, rewel, sering terbangun

Penyakit penyerta marasmus
Enteritis
Infestasi cacing
Tuberkulosis (TBC)
Defisiensi Vit.A

Kwashiorkor
Adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh kekurangan protein baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya. Kwashiorkor dapat juga disebabkan oleh diare kronik, malabsobsi protein, sindrom nefrotik, infeksi menahun, luka bakar & penyakit hati. Prevalensi terbanyak dijumpai pada anak balita terutama usia 1,5-2 tahun (saat penyapihan), yang merupakan kelompok yang rentan terhadap kesehatan dan gizi.
Penderita defisiensi protein dalam diet akan menimbulkan kekurangan asam amino esensial yang dibutuhkan untuk sintesis, oleh karena itu dalam diet yang cukup karbohidrat maka produksi insulin akan meningkat dan sebagian asam amino yang jumlahnya kurang dalam serum tersebut akan disalurkan ke otot. Berkurangnya asam amino yang jumlahnya kurang dalam serum tersebut akan disalurkan ke otot. Berkurangnya asam amino dalam serum merupakan penyebab krangnya pembentukan albumin di hati, sehingga timbul edema. Perlemakan hati dapat terjadi karena gangguan pembentukan albumin di hati, sehingga timbul edema. Perlemakan hati dapat terjadi karena gangguan pembentukan beta lipoprotein sehingga transport lemak dari hati terganggu dan akibatnya terjadi akumulasi lemak dalam hati, keadaan ini mempercepat retensi natrium dan air. Biasanya pada kasus kwashiorkor yang berlangsung lama akan terjadi pertumbuhan linear berkurang, kekurangan lemak tubuh dan kekurangan protein otot serta hati.

Gambaran klinis
Edema, umumnya seluruh tubuh, terutama pada punggung kaki (dorsum pedis)
Wajah membulat dan sembab, letargi, iritabel ____> apatis/ koma
Pandangan mata sayu
Rambut tipis kemerahan seperti warna rambut jagung, mudah dicabut tanpa rasa sakit, rontok.
Perubahan status mental, apatis dan rewel
Pembesaran hati
Jaringan otot mengecil (hipotrofi) dan tonus menurun, lebih nyata bila diperiksa pada posisi berdiri atau duduk
Kelainan kulit berupa bercak merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitamana dan terkelupas (crazy pavement dermatosis)
Anoreksia dan diare (infeksi,g,gangguan funsi hati, pancreas atau intolerans laktosa) sering disertai: penyakit infeksi umumnya akut, anemia, diare.

Penyebab penyerta kwashiorkor
Akibat defisiensi imunologik >>>> anak mudah terinfeksi :
Diare
Brokopnemonia
Tonsilofaringitis
Tuberkulosis

Disertai:
Defisiensi vit.A (rabun senja) Xeroftalmia)
Defisiensi riboflavin B2 (stomatitis angularis)
Anemia defisiensi besi / Fe
Anemia megaloblastik/ asam folat
Pemeriksaan laboratorium
Kadar albumin, kolesterol, glukosa menurun
Ganggan imunitas seluler
Kadar enzim amylase, esterase, kolin esterase, transaminase & fosfatase alkali & enzim pancreas menurun
Kadar vitamin & mineral menurun
Biopsi hati : perlemakan

Diagnosis
Berdasarkan gejala klinis : mudah ditegakkan
Jika hanya edema saja --à diagnosis banding : sirosis hepatis, sindrom nefrotik, gagal jantung kanan

Pengobatan KKP ? MEP
Beri makanan : tinggi kalori, protein, cukup cairan, vitamin & mineral
Makanan : mudah dicerna & diserap
Diberikan secara bertahap
Penangann terhadap penyakit penyerta
Tindak lanjut : pemantauan kesehatan & penyuluhan terhadap keluarga

Therapi awal KKP/ MEP
Aatasi kelainan akut: diare atau bronkopneumonia atau penyakit infeksi lain; gangguan elektrolit, keseimbangan asam basa, dehidrasi, gagal ginjal/ jantung
Jika dehidrasi & asidosis ____> beri cairan infuse :
Jumlah cairan : 200 ml/kgBB/hr (kwashiorkor/marasmus-kwasiorkor ) & 250 ml/kgBB/hr (marasmus)jenis cairan : KaEN3B --à hipoglikemia : glukosa 10%
Makanan: kalori 150-200 kkal/kgBB/hr dengan protein 3-5 g/kgBB/hr
Pemberian vitamin mineral: vit A, asam folat, KCL, Mg-sulfat, fero-sulfat.

Thearpi Dietetik KKP / MEP
Tahap penyesuaaian (1-2 minggu)
BB < 7 kg --à berikan makanan bayi
Susu yang diencerkan /rendah laktosa (1/3, 2/3, 3/3)
Penambahan kalori : tambahkan glukosa 2-5%, tepung 2%
Berangsur-angsur tambahkan buah, biscuit, makanan lumat dan lembek.

BB > 7kg ____> berikan makanan anak > 1 tahun
Klalori 50 kkal/kgBB/hr, protein 1 g/kgBB, cairan 200 ml/kgBB
Makanan cair yang diencerkan (1/3, 2/3, 3/3 ) ____> bahan dasar susu dan glukosa 5% ____> porsi kecil tapi lebih sering.


Tahap penyembuhan
Toleransi makan dan nafsu makanbaik ____> jumlah kalori meningkat / 1-2 hari, sampai mencapai 150-200 kkal/kgBB/hr

Tahap lanjutan


Prognosis
Dengan terapi adekuat penderita MEP/KKP dapat ditolong untuk mencapai bB cukup paerlu waktu 2-3 bulan
Namun pekembangan IQ akan mengalami retardasi menetap, terutama jiaka MEP/ KKP terjadi sejak usia < 2 tahun (masih terjadi proses proliferasi, mielinisasi dan migrasi sel otak).


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar